Pakar Ingatkan Pengguna Mobil Diesel Lawas Jelang Penerapan B50
Ruly Kurniawan, Agung Kurniawan Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana penerapan biodiesel B50 secara bertahap dinilai membutuhkan kesiapan dari berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah dan penyedia bahan bakar, tetapi juga pemilik kendaraan diesel, khususnya model berusia lebih tua. Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, mengatakan secara umum mesin diesel yang beredar saat ini dapat menggunakan B50. Namun, kendaraan dengan sistem injeksi mekanis memerlukan perhatian lebih karena karakteristik biodiesel berbeda dibandingkan solar konvensional.
"Secara teknis, kendaraan diesel lama dengan injeksi mekanis memerlukan perhatian khusus," kata Yannes dihubungi Senin (22/6/2026).
Komponen yang perlu diperhatikan Menurut dia, beberapa komponen seperti selang karet, seal, dan gasket berpotensi mengalami penurunan usia pakai lebih cepat akibat sifat pelarut biodiesel yang lebih kuat. Karena itu, pemilik kendaraan disarankan mengikuti rekomendasi perawatan dari bengkel resmi.
Selain kesiapan kendaraan, keberhasilan implementasi B50 juga bergantung pada kualitas distribusi bahan bakar. Sebab, biodiesel memiliki sifat higroskopis atau mudah menyerap air dari lingkungan sehingga penyimpanan bahan bakar harus mendapat perhatian khusus. Untuk itu, pengelola SPBU perlu memastikan tangki penyimpanan tetap dalam kondisi optimal agar kualitas B50 tetap terjaga sebelum digunakan konsumen.
Edukasi Di sisi lain, edukasi kepada mekanik dan pengguna kendaraan juga menjadi faktor penting dalam masa transisi menuju campuran biodiesel yang lebih tinggi. Salah satu langkah yang perlu dilakukan ialah memperpendek interval penggantian filter solar, terutama pada kendaraan diesel generasi lama. Yannes menilai pemahaman mengenai karakteristik B50 dapat membantu pengguna mengantisipasi kebutuhan perawatan sekaligus meminimalkan potensi kendala saat penggunaan sehari-hari.
Dampak B50 Terkait manfaatnya, penggunaan B50 diperkirakan memberikan dampak berbeda antara kendaraan diesel lama dan model modern. Pada kendaraan niaga dan armada logistik, B50 berpotensi membantu menjaga ketersediaan pasokan bahan bakar di dalam negeri sehingga biaya operasional dapat lebih terkendali.
“B50 menjamin stabilitas pasokan bahan bakar di pasaran sehingga biaya operasional logistik tetap ekonomis dan perputaran bisnis terjaga, asalkan pengguna lebih disiplin melakukan perawatan seperti mengganti filter solar,” ujar Yannes.
Sementara pada kendaraan diesel modern yang telah mengadopsi teknologi common rail, manfaat utama yang bisa dirasakan adalah berkurangnya emisi partikulat atau jelaga hitam pada gas buang. “Bagi pengguna diesel modern berteknologi common rail, manfaat terbesarnya adalah berkurangnya kepulan jelaga hitam pekat pada gas buang,” kata dia.
Sumber : otomotif.kompas.com