Harga Batu Bara Asia Naik ke Level Tertinggi, Efek Kebijakan RI
Stephen Stapczynski - Bloomberg News
Bloomberg, Indeks acuan batu bara utama untuk Asia naik ke level tertinggi dalam hampir dua tahun terakhir. Pasalnya, aturan ekspor baru Indonesia menunda pengiriman, sehingga memperketat pasokan tepat saat permintaan bahan bakar pembangkit listrik meningkat seiring datangnya musim panas.
Harga kontrak berjangka batu bara Newcastle Australia untuk Juni naik menjadi US$148,75 per ton pada Jumat, level tertinggi untuk kontrak bulan terdekat sejak Agustus 2024.
Indonesia mengatakan bulan lalu akan mengambil alih kendali pengiriman komoditas utama, termasuk batu bara, dan sistem baru yang diterapkan pada Juni telah menimbulkan kebingungan, mengakibatkan penundaan pengiriman dari eksportir batu bara terbesar di dunia. Hal ini telah meningkatkan ekspektasi bahwa pasokan Australia akan membantu mengisi kesenjangan tersebut.
Permintaan batu bara juga diperkirakan akan meningkat dalam beberapa bulan ke depan seiring cuaca yang lebih panas melanda Asia Timur Laut, meningkatkan penggunaan pendingin udara di pasar konsumen utama seperti China.
Sementara itu, negara-negara seperti Jepang juga memperluas penggunaan batu bara untuk mengurangi ketergantungan pada gas alam cair (LNG), setelah penutupan Selat Hormuz dan serangan terhadap pabrik ekspor terbesar di Qatar mengganggu sekitar 20% aliran global.
Pembangkit listrik berbahan bakar batu bara di Jepang—pembeli utama Australia—beroperasi pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.
Kurva forward untuk kontrak Newcastle telah berbalik menjadi struktur backwardation, di mana harga dalam jangka pendek lebih tinggi daripada di masa depan, menandakan pasar yang semakin ketat.
(bbn)
Sumber : bloombergtechnoz.com
