Harga Batu Bara Bangkit, Terima Kasih China

08 Oktober 2026
Image Description

mae,  CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga batu bara menanjak setelah sempat jatuh.
Merujuk Refinitiv, harga batu bara pada perdagangan Rabu (26/8/2026) ditutup di posisi US$ 138,7 per troy ons. Harganya menguat 0,22%.

Kenaikan ini menjadi kabar baik setelah harganya turun 0,65% pada Selasa.

Kenaikan harga batu bara salah satunya ditopang kenaikan impor dari China.

Batu bara kokas impor semakin banyak masuk ke Provinsi Shanxi, China, untuk mengatasi ketatnya pasokan domestik. Jalur kereta langsung baru dari Pelabuhan Jingtang dan Caofeidian memangkas biaya logistik dan waktu pengiriman.


Fenomena batu bara kokas impor yang mengalir balik ke Shanxi sebenarnya bukan hal baru.

Kondisi ini sudah berlangsung sekitar dua dekade, terutama sejak krisis keuangan global menekan produksi baja dan permintaan batu bara kokas internasional.

Produsen Australia dan Rusia kemudian menawarkan batu bara melalui kontrak jangka panjang dengan harga kompetitif kepada pembeli China.

Setelah berkembang lebih dari 20 tahun, Shanxi kini menjadi salah satu pusat konsumsi dan pencampuran batu bara kokas impor.

Batu bara impor dikirim langsung atau melalui proses pencucian dan pencampuran sebelum dipasok ke perusahaan batu bara kokas di Shanxi untuk menutup kekurangan pasokan batu bara kokas primer dan batu bara rendah kualitas.

Sebelumnya, batu bara impor umumnya transit melalui Pelabuhan Qinhuangdao dan Rizhao, kemudian masuk ke Shanxi melalui jalur kereta Daqin, Wari, dan Taijiao.

Jalur langsung dari Jingtang dan Caofeidian yang dibuka tahun ini memungkinkan pengiriman langsung dari pelabuhan ke Shanxi, sehingga menjadi rute logistik yang lebih efisien.

Masuknya batu bara kokas impor bertujuan mengurangi tekanan pasokan lokal setelah ledakan gas di tambang batu bara Qinyuan pada 22 Mei. Shanxi kemudian melakukan inspeksi besar-besaran terhadap industri pertambangan. Hampir 120 tambang dihentikan sementara hingga akhir Mei, dengan kapasitas sekitar 135 juta ton terdampak.

Kecelakaan tersebut memukul sejumlah wilayah produksi utama seperti Changzhi, Lüliang, dan Jinzhong, yang banyak menghasilkan batu bara berkekuatan kokas tinggi.

Data Sxcoal menunjukkan pasokan batu bara kokas yang telah dicuci di Shanxi turun 6,78% secara tahunan menjadi 104 juta ton pada semester I-2026. Khusus Juni, pasokan anjlok 22,54% menjadi 13,41 juta ton, level bulanan terendah sejak Maret 2020.

Meski produksi secara keseluruhan menurun, pabrik-pabrik batu bara kokas di Shanxi masih kesulitan mendapatkan pasokan lokal. Kondisi ini membuat batu bara impor menjadi penyangga penting untuk menutup defisit pasokan domestik.

Harga batu bara termal China juga terus naik, terutama karena sejumlah tambang mengurangi produksi setelah target bulanan tercapai.

Dari 117 tambang yang disurvei Sxcoal, 15 tambang menaikkan harga rata-rata CNY20,27 /ton, sementara hanya dua tambang yang menurunkan harga.

Pasokan spot semakin terbatas karena penghentian produksi, perawatan peralatan, perpindahan longwall, dan inspeksi keselamatan.

Hujan sebelumnya juga mengganggu aktivitas tambang di Shanxi, menyebabkan keterlambatan pengiriman dan semakin memperketat pasokan.

Konsumsi batu bara pembangkit listrik juga masih relatif tinggi. Coal burn enam kelompok pembangkit listrik pesisir utama mencapai 954.900 ton per hari pada 24 Agustus, naik 0,79% secara mingguan dan 3,66% secara bulanan.

Namun, potensi kenaikan harga mulai terbatas. Cuaca panas diperkirakan mereda, sementara produksi pembangkit listrik tenaga air meningkat sehingga kebutuhan batu bara termal berpotensi turun.

Artinya, pasar saat ini berada dalam kondisi tarik-menarik antara pasokan yang ketat dan permintaan yang mulai melemah.

Image Description

Jane Smith

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Etiam quis diam erat. Duis velit lectus, posuere a blandit sit amet, tempor at lorem. Donec ultricies, lorem sed ultrices interdum, leo metus luctus sem, vel vulputate diam ipsum sed lorem.

-->